cerita dibalik Diplofest Makassar sebagai Ajang Pengenalan Konsep Diplomasi Maritim melalui Sejarah Budaya Baharinya Suku Bugis

Pagi ini sebuah kegiatan talkshow yang dibawakan oleh Kementrian Luar Negeri sangat menarik. Beberapa topik dibahas secara santai oleh ibu Retno L.P. Marsudi yang merupakan Menteri Luar Negeri perempuan pertama di Indonesia, tidak mengherankan jika beliau memiliki banyak penggemar,acara talkshow beliau buka dengan memberikan sedikit pengantar terkait tiga jenis diplomasi, yaitu diplomasi maritim,diplomasi ekonomi dan diplomasi kemanusiaan.
Berdasar dari ketiga bahasan tersebut, saya lebih tertarik dengan diplomasi maritim. alasannya sederhana, selama kuliah saya lebih banyak membahas konsep maritim sebagai budaya nenek moyang,terlebih budaya tersebut telah melekat bahkan menjadi pedoman hidup, sebuah lagu yang berjudul nenek moyangku seorang pelaut seolah membawa kita ke masa lalu cerita tentang kegigihan,keberanian dan semangat nenek moyang seolah tiada habisnya , menurut ibu menteri pun hal ini juga yang membuat pak Jokowi menggagaskan cita-citanya untuk menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim dunia.
Sebuah kisah yang menarik bagi saya ketika malam sebelum acara talkshow dimulai saya dan seorang teman membahas tentang afrika yang menurutnya jika ingin magang disana mungkin biaya hidup bisa terjangkau, setelah melakukan research sederhana melalui internet juga bertanya kepada teman lain yang sempat kerja di Afrika tepatnya di Cape Town City sepertinya benar bahwa biaya hidup disana hampir sama dengan di Indonesia, namun saat itu saya belum mendapat jawaban yang pasti mengapa bisa demikian? Nah setelah talkshow pagi ini saya mendapat jawabannya yakni Indonesia dan Afrika merupakan dua Negara yang menjalin kerjasama dengan baik utamanya di bidang maritim Indonesia melihat Afrika sebagai Partner kerjasama yang strategis.
Dari segi historis, diketahui jika suku bugis Makassar telah menjalin hubungan luar negeri bersama dengan penduduk di afrika yakni di Cape Town City disana kita bisa menemukan kampung Makassar yang mana penduduknya mengaku memiliki nenek moyang dari Makassar bahkan terdapat beberapa kosakata bahasa Indonesia yang mereka gunakan hal ini tidak terlepas dari pengaruh salah seorang tokoh pahlawan kita yang berasal dari kabupaten Gowa yakni Syekh Yusuf, ternyata beliau tidak hanya seorang pahlawan dimata masyarakat suku bugis ataupun di Indonesia namun beliau juga merupakan sosok pahlawan mata orang Afrika pada masa imperialisme Eropa.
Bangga sekali menjadi masyarakat bugis sekaligus masyarakat Indonesia, ternyata kita ini hebat loh dalam menjaga hubungan baik dengan Negara lain. Saya teringat dengan ungkapan seorang dosen yang menyatakan bahwa “Indonesia hebat loh berdiplomasi buktinya kita meraih kemerdekaan bukan dengan jalan perang melainkan negosiasi, hal ini pula yang membuat Indonesia dipercaya oleh mata dunia untuk tetap mempertahankan posisinya menjadi dewan keamanan tidak tetap dalam PBB”. Kembali dalam bahasan diplomasi maritim, saya pernah bertanya-tanya bagaimana seseorang bisa kerja diuar negeri ? bagaimana seseorang dengan mudahnya bisa berangkat keluar negeri ? saya pun ingin seperti mereka .
Tahun 2016 lalu saya menemukan teman saya yang kebetulan bekerja diluar negeri tepatnya di kota Afrika. Kita sering bicara banyak hal mulai yang biasa tentang bagaimana kehidupan di kapal atau di afrika hingga yang berkaitan dengan tugas kuliah, jawaban yang ia berikan sering kujadikan tambahan ilmu atau sekedar bahan pertimbangan untuk dimasukkan dalam tugas kuliah.selama bercerita hingga sekitar dua minggu lalu dia datang ke kosan saya tidak pernah menanyakan bagaimana prosesnya hingga dia bisa sampai bekerja di Afrika ? saya sendiri tidak meminta jawaban yang jelas kenapa Afrika? Dia hanya pernah bilang waktu SMA dia menempuh pendidikan di SUPM Bone setelah selesai kemudian mendapat tawaran kerja jadi diambillah tawaran tersebut .
Secara tidak sengaja karena penasaran dengan konsep maritim yang dicetuskan oleh bapak presiden Indonesia juga kebetulan sangat erat kaitannya dengan sejarah nenek moyang masyarakat bugis yakni seorang pelaut ulung , maka saya bisa menyimpulkan beberapa poin :

  1. Kondisi geografis Indonesia yang sebahagian besar adalah lautan memiliki potensi besar, namun karena pemerintah telah lama mengabaikannya maka sekaranglah saatnya kita proteksi dan mengembalikan kejayaan Indonesia melalui peluang dan harapan “Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia” . guna mencapai cita-cita tersebut Indonesia menjalin kerjasama dengan berbagai Negara melalui forum Indian-Ocean Rim Association (IORA),Forum yang membahas hal terkait sampah plastic di laut, Indonesia-Africa Maritime Dialogue,Konsep kerjasama Indo-Pasifik,dll.
  2. Khusus untuk jawaban kenapa teman saya bisa bekerja sampai ke Afrika itu karena pemerintah Indonesia telah menjalin kerjasama termasuk dalam bidang ekonomi dan maritimnya, saya juga pernah membaca bahwa ternyata SUPM Bone salah satu sekolah yang menghasilkan lulusan terbaik dan diminati banyak negara dalam artikel yang dirilis oleh liputan6.com juga menyatakan bahwa perusahaan asing incar lulusan perikanan di kampung halaman Jusuf kalla artikel tersebut juga menyatakan bahwa negara peminat tenaga kerja alumni SUPM Bone itu diantaranya Australia,Jepang,Mauritius,Fiji,Guam,Afrika Selatan,Taiwan,Venezuela,Urugay,Spanyol Peru,Brazil,Korea,Brunei Darussalam dan Malaysia sehingga tidak heran jika alumninya tersebar diberbagai Negara . tidak hanya itu potensi mereka diteriman di perusahaan swasta yang bergerak dibidang kelautan dan perikanan juga sangat besar .
    Jadi semua pertanyaan saya selama ini sudah terjawab melalui dunia poin tersebut,intinya ada pada kerjasama antarnegara baik itu bilateral maupun multilateral.teman saya juga pernah mengatakan meskipun tidak secara langsung bahwa destinasi pelayarannya tidak hanya melulu ke cape town-Mauritius tapi dia juga pernah ke Peru sehingga darisini kita bisa tahu bahwa terjadi interaksi hubungan kerjasama secara bilateral antara afrika-peru atau Indonesia-Afrika maupun kerjasama multilateral Indonesia-afrika-Peru.
    Akhir kata itulah pelajaran yang saya dapatkan melalui talkshow hari ini, menyenangkan jika kita bekerja tidak kehilangan 3 dimensi, masa lalu, sekarang, dan masa depan sama seperti gagasan Indonesia Sebagai Poros Maritim dunia, dari segi sejarah kita dapat (masa lalu) potensinya kita manfaatkan dan pertanggung jawabkan dengan cara diajaga dan dilindungi (sekarang dan untuk masa depan). Berbanggalah menjadi bangsa Indonesia yang memperjuangkan nilai maritim karena kalian adalah seorang pahlawan yang sejati baik secara ekonomi,sosiai maupun budaya.
Iklan

Pelangi itu Tetap Cantik bahkan setelah Hujan pun Turun

Ini adalah tulisan pertama saya di blog wordpress , kedepannya akan ada lagi tulisan-tulisan yang akan di upload .

Baiklah karena ini masih yang pertama maka saya akan membagi sedikit cerita berkaitan dengan alasan kenapa saya mulai menulis di blog wordpress ini . Sebenarnya semua tidak lepas dari semangat yang teman-teman saya berikan . Banyak dari mereka yang menilai bahwa saya ini pendiam , tapi sebenarnya tidak . Saya hanya merasa baik jika bercerita dengan orang-orang yang membuat saya merasa nyaman berada disekitarnya,bagi saya mereka bukan lagi teman tapi keluarga.

Saya sangat bersyukur bahwa saya punya banyak teman, sahabat maupun keluarga . Saya pernah membaca sebuah tulisan bahwa semakin kita dewasa maka semakin selektif pula kita dalam memilih apapun itu termasuk dalam menjalani hubungan , tapi bagiku itu hanya sekedar knowing dan tidak menjadi being.

Alasannya sederhana,semakin saya memperluas sebuah hubungan, maka semakin saya merasa betapa beruntungnya saya . Okey saya pernah menjadi korban pembuly-an waktu SMP dan harusnya dari situ saya belajar untuk sangat selektif dalam memilih teman . Tapi pandangan itu sedikit berubah ketika saya masuk SMA, kenyataan bahwa saya kembali dipertemukan dengan beberapa teman semasa SD membuat saya belajar bahwa tidak ada gunanya membenci seorang teman karena mereka akan terus berada disekitarmu , menyimpan dendam hanyalah hal yang sia-sia saja kita manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain .

Merasa jengkel? Tentu saja pernah tapi itu hanya berlangsung dalam waktu singkat , ketakutan akan rasa kehilangan membuatku lebih memilih untuk diam dan memaafkan tapi meskipun begitu ada satu prinsip yang kupegang yakni “melawan lupa” bahwa aku tidak pernah melupakan apa yang telah mereka perbuat jika itu buruk maka akan kujadikan pelajaran , jika itu baik maka akan kujadikan contoh .

Bagiku setiap orang itu berharga , baik atau buruknya mereka tergantung bagaimana kita menyikapi. Aku tipe orang yang tidak suka menyimpan dendam, jikalaupun tidak suka maka hanya akan menjaga jarak dengan sedikit sikap bodo amat bukan memusuhi .

Semoga lewat tulisan ini ada sedikit yang bisa kalian ambil atau mungkin beri sedikit masukan.akhir kata pelangi itu tetap cantik bahkan setelah hujan pun turun , tak ada yang bisa mempengaruhi warnanya sehingga orang-orang bisa terus mengaguminya ! 😊 semakin banyak teman maka semakin banyak warna dan hidup ini akan terlihat semakin indah baik atau buruknya warna itu sama-sama bisa melukiskan cerita 😇

Kaitannya pelangi , teman dan tulisan ini adalah mencoba untuk memberitahu kalian semua bahwa meskipun kalian punya banyak teman ada yang kalian suka atau tidak bukan berarti menjadi penghalang kalian untuk bersinar , kalaupun ada yang kalian anggap musuh bilang saja “bodo amat” cara balasnya dengan menunjukkan pencapaian luar biasa kalian .

Mungkin saya akan diam jika bertemu dengan kalian atau bisa dibilang menjadi pendengar yang baik , jikapun ada sedikit masukan akan saya bagi . Namun yang pasti nantinya semua cerita yang tergores baik dalam kebersamaan maupun dalam bentuk inspirasi akan kuposting di blog ini. So see you on the next story 💕

       

Source : pinterest
Buat situs web Anda di WordPress.com
Memulai